Makanan Penyebab Bau Badan

Makanan Yang Dapat Menyebabkan Bau Badan :

1. Bawang

Bawang putih dan bawang bombay kerap kali dianggap sebagai penyebab utama timbulnya bau badan tidak sedap. Karena dua bumbu makanan ini memiliki zat volatile sulfurous. Zat ini menahan bau bawang tetap menempel selama berjam-jam setelah dimakan.

2. Kunyit

Kunyit yang mengandung senyawa volatile yang dikeluarkan tubuh kita melalui keringat. Karena senyawa ini terserap oleh darah dan paru-paru setelah proses pencernaan makanan, sehingga tidak hanya menimbulkan bau badan tapi juga bau mulut tak sedap.

3. Daging Merah

Selain bumbu masakan, daging merah ternyata juga berkontribusi menyebabkan bau badan tak sedap. Sebuah studi yang diterbitkan jurnal Chemical Senses menemukan, orang yang menjalankan gaya hidup vegetarian memiliki aroma badan lebih enak, menarik dan lebih sedikit menimbulkan bau tak sedap.

4. Makanan Pedas

Mayoritas penduduk indonesia bahkan dunia sangat mencintai maskan dengan selera pedas, memang makanan pedas sangat mengugah selera, makanan pedas memang tidak mempunyai aroma spesifik yang menimbulkan bau tak sedap. Tapi, makanan pedas dapat meningkatkan suhu tubuh sehingga produksi keringat bertambah banyak. Semakin banyak keringat di kulit, maka semakin banyak bakteri yang hinggap berlama-lama di sana. Saat bakteri bercampur dengan keringat, bau badan pun akan semakin menyengat.

Posted in Bau Badan, Seputar Bau Badan | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Tips Unik Mengatasi Bau Badan

Berikut ada beberapa cara unik menghilangkan Bau Badan :

1. Banyak mengkonsumsi air putih terutama di saat pagi hari sebelum mengosok gigi saat perut masih dalam keadaan kosong, dipercaya selain dapat mengobati sakit pinggang dapat mengurangi bau badan.

2. Gunakan baking soda pada ketiak dan kaki untuk mengurangi keringat

3. Untuk mengurangi pH kulit dan menghilangkan bau ketiak, gunakan sari cuka apel bukan deodoran. Masukkan ke dalam segelas air dan gunakan untuk membilas ketiak ketika mandi.

4. Bila perlu dalam cuaca panas, mandi pada siang hari untuk mengurangi keringat berlebih. Mandi setidaknya 2 atau 3 kali sehari.

5. Hindari atau mengurangi konsumsi makanan cepat saji ( olahan ) yang banyak mengadung lemak kalori untuk meminimalisir kadar keringat dalam tubuh.

6. Kurangi makanan yang dapat menyebabkan bau seperti bawang dan kari. Sering mengkonsumsi makanan yang menggunakan bawang putih (lehsun), bawang merah, kari dan jintan (jeera) dapat menyebabkan beberapa bau sangat kuat yang berasal dari pori-pori kulit tubuh hingga 24 jam setelah dikonsumsi. Meskipun bawang merah dapat mengobati masuk angin.

7. Gunakan pakaian berbahan katun yang dapat lebih banyak menyerap keringat sehingga tidak segera bercampur dengan bakteri yang menyebabkan bau. Sering mengganti baju bila sedang banyak berkeringat.

8. mencukur rambut pada ketiak. Dalam arti tidak mecukur rambuat pada ketiak seluruhnya, dianjurkan hanya untuk menurangi dan meminimalisir produksi keringat yang dapat menimbulkan bau badan.

9. Menggunakan deodorant yang tidak meninggalkan noda kuning pada pakaian setelah keringat mengering, karena ada beberapa merk deodorant selepas menggunakannya meninggalkan noda pada pakaian akibat keringat.

10. Selalu menjaga kebersihan tubuh secara menyeluruh dengan menggunakan sabun penghilang bau badan.

11. Mengkonsumsi makanna yang banyak mengandung serat seperti biji-bijian, gandum, produk kedelai dan sayuran berdaun hijau, buah – buahan dan sedikit mengurangi konsumsi susu atau daging

12. Bila perlu sebagai tambahan mengkonsumsi bahan – bahan herbal yang dapt dijadikan minuman atau makanan untuk mengurangi bau badan, seperti : daun kemangi, rimpang temulawak, lemon, bunga kecobrang

13. Hindari pemakaian parfum ( minyak wangi ) langsung pada ketiak karena pertikel – partikel minyak wangi hanya menambah produksi keringat semakin meningkat dan membuat ketiak menjadi lembab.

Posted in Bau Badan, Seputar Bau Badan | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Seputar Bau Badan

Tapak Tilas Seputar Bau Badan ( Bromhidrosis )

Sejak lahir ( masih bayi ) manusia memiliki kelenjar keringat, namun ketika masih bayi keringat yang dihasilkan tidak menimbulkan bau karena tulang dan syaraf pada bayi masih lunak dan halus, sehingga keringat yang dikeluarkan tidak terlalu banyak dan produksi keringat akan meningkat pada masa pubertas, dan masa subur.

Setiap tubuh manusia memiliki 2 Kelenjar penghasil keringat, yaitu kelenjar accrine dan kelenjar apocrine yang masing – masing diantaranya mempunyai tugas dan peranan besar dalam menghasilkan keringat.

1. Kelenjar Accrine memproduksi keringat bening dan tidak berbau yang dikeluarkan sejak bayi, dan biasanya muncul di tangan, punggung, serta dahi. Cairan yang dihasilkan dari kelenjar Accrine tidak berbau karena banyak mengandung cairan berupa air bening yang berfungsi menurunkan kondisi tubuh pada waktu tertentu.

2. Kelenjar Apocrine terdapat di tempat-tempat tertentu, terutama di daerah perakaran rambut, seperti ketiak, kemaluan, dan di dalam hidung, Kelenjar apocrine bersifat aktif setelah masa pubertas. Kelenjar ini mempunyai peranan besar dan sangat produktif dalam menghasilkan keringat yang cenderung mempengaruhi aroma tubuh tidak sedap, karena kelenjar Apocrine mengandung asam lemak jenuh sehingga keringat yang keluar lebih kental dan berminyak hanya berbau lemak. Jika seseorang memiliki kelenjar apocrine lebih besar, sehingga produksi keringat menjadi lebih besar dan pembusukan bakterinya juga lebih banyak.

Bagian – bagian tubuh yang menghasikan keringat :

1. Rambut ketiak juga berperan memunculkan bau badan.

Rambut yang terdapat pada ketiak memiliki peranan lebih besar dan sangat produktif dalam memproduksi keringat. Karena ketiak banyak memiliki pori – pori yang memperluas permukaan untuk mengatur penguapan keringat dan pada pangkal rambut, terdapat banyak pori-pori yang menjadi muara kelenjar keringat untuk mengalirkan keringat ke ketiak. Kelenjar Apocrine banyak terdapat pada ketiak, terkadang ada beberapa orang mencukur rambut pada ketiak hanya karena ingin terlihat bersih dan mengurangi bau badan. Namun tanpa disadari mencukur rambut pada ketiak dapat memperlebar dan memperbesar pori – pori ketiak sehingga tak ada lagi bulu – bulu halus pada ketiak yang dapat menghambat produksi keringat berlebih, selain itu dapat membuat kulit ketiak menjadi hitam.

2. Bulu pada sekitar kemaluan

Bau tak sedap yang dihasilkan dari kemaluan tidak terlalu dirasakan karena letaknya jauh dari indera penciuman. Selama kita selalu menjaga kebersihan tubuh organ intim dari segala bentuk masalah baik wanita ataupun pria, maka bau badan tidak akan muncul, jika keringat yang dihasilkan kelenjar apocrine dihilangkan, bakteri pun tidak akan melakukan proses pembusukan.

3. Pada sekitar dahi, kepala, dan rambut

Keringat yang keluar melalui tiap dinding dan pelipis dahi, kulit kepala maupun rambut tidak terlalu besar namun dapat menyebabkan bau badan. Keringat ini dihasilkan melalui proses pembakaran cairan dengan kalori pada tubuh pada saat berolahraga, melakukan aktivitas di luar ruangan, kepanasan dan lain sebagainya.

4. Lipatan – lipatan kulit pada orang gemuk

Lipatan – lipatan kecil pada kulit biasanya dialami pada orang gemuk ( kegemukan ). Terdapat pada belakang lutut, pangkal paha, lipatan pada pinggang, lengan tangan. Lipatan – lipatan kulit tersebut menghasilkan keringat berlebih yang dapat menimbulkan bau badan tidak sedap. Paling banyak pada penderita diabetes, orang yang kelebihan kalori dan lemak tubuh.

Jika kelenjar apocrine mengeluarkan keringat sedikit tapi kita tidak membersihkannya dan kemudian tercampur bakteri, bau badan pun akan muncul di tubuh kita. Apalagi jika kita sering menyantap makanan protein tinggi, seperti daging kambing (karena dapat melebarkan pembuluh darah), durian, bawang goreng, merokok, minuman keras, dan obat antibiotika.

Posted in Bau Badan, Seputar Bau Badan | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyebab Bau Badan Tidak Sedap

Berikut adalah faktor – faktor penyebab bau badan tidak sedap, diantaranya adalah :

1. Ketidakseimbangan diet. Kekurangan magnesium atau zinc dan terlalu banyak mengkonsumsi daging, makanan yang banyak mengandung kolin (telur, hati ikan, dan kacang-kacangan), bawang merah, bawang putih, jengkol, makanan pedas tertentu, kopi dan alkohol, gorengan dan makanan berlemak dapat menyebabkan bau badan.

2. Stres emosional. Kelenjar keringat di ketiak dan sekitar pangkal paha mengeluarkan zat kental yang menjadi penyebab bau badan. Zat yang mengandung protein, karbohidrat, dan lipid ini biasanya keluar lebih banyak saat sedang mengalami stres emosional (marah, takut, kegembiraan). Bila tidak segera mandi, bakteri akan berkembang biak lebih cepat  sehingga menyebabkan bau badan.

3. Gejolak hormon. Bau badan yang buruk juga bisa dipicu oleh fluktuasi hormon seperti pada anak-anak yang sedang menjalani masa puber dan wanita dalam memasuki masa menopause.

4. Kelainan genetik. Kelainan genetik langka yang disebut trimetilaminuria (atau “sindrom bau amis”), menyebabkan seseorang memiliki bau amis di napas, keringat dan urinnya. Kelainan genetik ini disebabkan oleh cacat pada enzim yang memecah trimetil-amina, produk sampingan dari pencernaan protein yang dikeluarkan oleh bakteri yang ada dalam usus.

5. Penyakit. Beberapa penyakit dapat menyebabkan bau badan yang buruk. Salah satu penyakit paling umum yang dapat menyebabkan bau badan adalah diabetes. Hal ini terutama terjadi bila gula darah penderitanya kurang terkontrol sehingga mengembangkan kondisi yang disebut ketoasidosis. Kondisi ini tidak hanya menyebabkan bau badan tetapi juga bau nafas yang khas. Bau badan yang buruk juga bisa menjadi pertanda penyakit liver atau ginjal yang parah di mana tubuh tidak mampu memproses dan mengeluarkan racun tertentu. Kondisi ini dapat dipastikan dengan tes darah yang mengukur fungsi ginjal dan hati. Kadang-kadang, tiroid yang terlalu aktif juga bisa menyebabkan masalah bau badan karena kecenderungan seseorang untuk berkeringat berlebihan.

Posted in Bau Badan | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment